Minggu, 08 September 2013

Ghost Story:1.The Killing

 *Ghost Story:1.The Killing*
Story By:Ullynuha Lakawa

   Di suatu malam yang sangat gelap,tiga orang penjalan kaki,yang menyusuri badai salju yang keras.karena sudah terlalu malam,dan badai salju yang tidak kunjung reda,dan tubuh mereka bertiga yang sudah kelelahan,dan kedinginan.Akhirnya memutuskan untuk meminta tolong di gubuk tua,yang bertahan dari badai.Tapi,gubuk itu terlihat sangat menyeramkan bagi Sang wanita.

Dia terlihat takut akan tempat itu,seakan-akan ada keanehan di tempat itu.Tapi kedua pria temannya memaksanya,dari pada mereka meninggal karena kedinginan di sini.Akhirnya dengan berat hati,sang wanita menuruti perkataan  mereka berdua.Mereka bersama-sama pergi ke gubuk itu,dengan langkah yang berat karena terus masuk kedalam gumpalan salju.Mengetuk pintu gubuk tua itu,berharap ada orang yang hidup di sana.Tok Tok Tok,mereka mengentuknya berulang kali dan berteriak “Permisi”,tapi tidak ada yang menyahut.Untuk kedua kalinya mereka menggetuk lagi dan berteriak lagi,tapi masih saja belum ada yang keluar.Saat mereka hendak mengetuk untuk yang ketiga kalinya.Seorang kakek-kakek tua dengan baju jerami tebal.Membuka pintunya.Tanpa perlu meminta alasan,Kakek tua itu menyuruh mereka masuk.Sang pria yang paling tua dan paling jankung,berterima kasih,dan meminta maaf karena terus berteriak,lalu menjelaskan kondisi mereka.Sang kakek hanya tersenyum dan menyuruh mereka duduk di dekat perapian.Lalu dia permisi dulu  untuk mengambilkan selimut yang tebal untuk mereka bertiga.Sang wanita masih merasa kurang nyaman untuk tinggal disitu.Ruangan perapian itu tidak terlalu besar dan tidak ada barang apapun.Sang wanita yang ingin kekamar mandi karena sudah tidak tahan,berjalan masuk ke koridor yang gelap gulita.Walau temanya menawari diri untuk menemani.Tapi dia tau bawah mereka semua sudah lelah,dan menyuruh mereka berdua untuk beristirahat.Di lorong yang gelap itu,hanya ada bayangan cahaya dari api perapian.Dia dengan berani berjalan terus melewati koridor yang gelap dan terlihat begitu panjang.Tiba-tiba,bayangan besar yang disinari lilin,berjalan,membuat sang wanita yang memiliki sifat penakut itu.Menahan nafasnya.Dan membeku di tempat dirinya berdiri.Lama kelamaan bayangan itu menyusut,dan muncul sang kakek yang hanya setinggi pinggulnya.Muncul di depanya dengan membawa lilin dan beberapa selimut yang berhasil dia temukan.Dan bertanya kemana Wanita itu mau pergi.Sang wanita menanyakan dimana kamar mandinya.Dan kakek menyuruhnya berjalan terus,”Di ujung jalan kamu akan menemukan kamar mandi”.Katanya dan memberikan lilin yang di pegangnya.Sang wanita berterimakasih dan menggambil lilin yang disodorkan untuknya.Sang kakek hilang di kegelapan koridor,yang terlihat sanggat panjang itu.Dengan berani sang wanita melanjutkan perjalanannya.Setelah menyelesaikan urusannya di kamar mandi.Dia baru sadar kalau ada dua lorong yang bercabang,dia pikir mungkin karena ketakutan dia tidak menyadarinya.Tapi keanehan mulai bermunculan.dia berjalan menyusuri lorong yang sama,tapi lorong itu malah membawanya ke ruanggan yang berbeda dengan ruanggan yang ditempati dirinya dan kedua temannya.Tiba-tiba dia mendengar suara tanggisan dari dalam ruanggan itu.Karena takut dia lebih memilih untuk tidak mengecek apa yang ada di dalamnya,atau siapa yang menanggis.Tapi suara tanggisan itu menjadi-jadi.Dengan rasa penasaran yang meluap,dicampur dengan ketakutan,serta rasa impati.Sang wanita membuka sedikit pintu geser kamar itu.Tapi di dalam tidak ada siapa-siapa.Membuka sedikit lebar lagi dan menoleh kekanan-dan kiri.Tapi tidak ada siapa-siapa di sana.Hanya sebuah foto yang ditaruh diatas lemari baju.Seorang nenek-nenek tua,yang dibingkai bagaikan dia sudah meninggal.Di sebelah foto itu terletak guci berukuran sedang yang biasanya untuk abu orang yang telah meninggal.Dan yang lebih mengejutkan lagi,ada tubuh sang kakek tua yang terkapar,dimana dari kepalanya ada darah merah yang mengalir.Sang wanita terkejut dan lari meninggalkan kamar itu,dan meninggalkan kamar itu tanpa menutup pintunya.Dia tidak tau harus lari kemana,karena setiap dia berlari dia akan kembali dan kembali lagi ke kamar itu.Air mata bergelinang di matanya,dan dia berteriak histeris.Suara tangisan yang dia dengar tadi,mulai terdengar lagi.Tapi kali ini berbeda,karena tangisan itu tepat di sebelah kirinya.Saat dia melihat ke bahu kirinya.Tanggan keriput memegangi bahunya,tanggan itu begitu pucat,dan tepat di depan mukanya,muncul wajah nenek yang difoto.Dengan air mata darah yang mengalir keluar dari kedua matanya yang berlubang.

 Tiba-tiba tamparan seseorang menyakiti wajahnya.Dan membuatya bangun dari alam mimpinya.Dengan mata membelalak.Dia melihat Kedua temanya yang sedang panik,melihat kearahnya dengan keheranan,dan muka cemas tergambar di wajah mereka.Dirinya dipenuhi dengan keringat,dan nafsnya tersengal-sengal.Pria yang lebih muda memberikannya segelas air minum,dan sang gadis langsung meneguknya dalam sekali teguk.Mereka bertanya secara bergantian “Ada apa?” “Apa kamu baik-baik saja?” “Kamu begitu aneh?” “Apa Kamu mimpi buruk?” “Mimpi seperti apa?”.Tanya Mereka berdua,tapi dia binggung harus menjawab apa.Dia  melihat keseliling.Mereka dekat dengan perapian,dan semua yang ada disitu persis seperti yang ada di mimpinya.Dari kegelapan muncul Kakek-kakek tua yang ada di mimpinya,dan dibelakang sang kakek ada sang nenek yang telah meninggal dunia.Dengan mata yang membelalak melihat mereka berdua,dia berteriak-teriak mengatakan bawah mereka berdua itu telah meninggal dunia.Lalu menceritakan seperti apa mimpi yang dia alami.Mereka semua tertawa,menertawai sang wanita,dengan binggung.Dilihat bagaikan orang bodoh.Pria yang lebih tua tersenyum dan bertanya.”Kamu ini ngomong apa ,sih?Kita kan,juga sudah meninggal”.Tiba-tiba mereka semua terlihat membeku,wajah mereka membiru,dan ada luka pukulan benda tajam di kepala mereka.Pria yang lebih mudah,menunjuk ketanggan sang wanita.Ada sebuah palu yang belumuran darah.Ya itu,darah mereka.”Kamu yang membunuh kami”……..Sang Wanita berteriak histeris.Tapi seberapapun dia beteriak,tidak akan ada yang mendengarkannya.Karena dia sudah meninggal.Dia membunuh kakek dan nenek pemilik penginapan itu.dan mengajak kedua temannya mendaki gunung,bawah sebenarnya dia tau hari itu akan ada badai.Membawa mereka ke dalam gubuk dan membunuh mereka semua dengan sadis.Lalu membunuh dirinya sendiri dengan meminum racun.

Tolong di koment jika kalian mau (^o^)/
Thank You >ω<

Tidak ada komentar:

Posting Komentar